Akhir-akhir ini film Indonesia semakin memiliki tempat di hati para pecintanya. Bagi yang tahu info mengenai film Indonesia dan ingin tahu bisa tukaran info di sini
Oh iya, aku pakai cover AADC (Ada Apa Dengan Cinta) karena booming film Indonesia berawal dari film ini
Aku baru aja nonton film ini semalam.
Terus terang aku kecewa banget.
Aku sebenarnya kurang suka dengan film Indonesia yang alur ceritanya terlalu gampang ditebak, tapi aku akui memang ada beberapa film bermutu yang patut diacungi 2 jempol.
Alasan aku tertarik dengan film ini karena menurut adikku katanya film ini film psychological thriller. dan aku lumayan suka film dan buku bertema tentang psychological thriller, jadi aku putuskan untuk Nomat (nonton hemat) bareng temen kantor.
Alhasil...........SANGAT MENGECEWAKAN!!!!
selain alur cerita yang kukasih nilai B, untuk akting para pemeran utama cewek aku bisa kasih B tapi akting pemeran utama pria aku kasih D atau bahkan E!!! Dia bisa akting nggak sih sebenarnya!!! cakep juga kagak!!
oh ya di bawah ini aku masukkan review dari beberapa situs
lau saja Belahan Jiwa dirilis akhir Desember
sebagai film penutup tahun 2005, pasti film ini
akan bisa lebih dikenang sebagai film yang
menyimpulkan situasi perfilman Indonesia
tahun ini: A joke. A very, very bad joke.
Paling tidak, Belahan Jiwa akan diingat sebagai
film di mana serombongan aktris-aktris papan
atas Indonesia melakukan career suicide
secara massal. Dan bunuh dirinya bukan
sesederhana mengiris pergelangan tangan. Ini
bunuh diri yang sangat menyakitkan. Misalnya
dengan mengunyah puluhan paku payung,
diikat lalu digelitikin selama setengah jam
sampai lemes, dipaksa nonton sinetron selama
48 jam nonstop, dimasukkan ke dalam sebuah
ruangan penuh dengan pembawa acara
infotainment yang cara ngomongnya semua
sama, dipangku sama Gus Dur, lalu diceburkan
ke dalam kolam penuh ikan piranha.
Review ini adalah pendapat saya pribadi
karena Dodi Mahendra yang belum pulih dari
trauma setelah menonton Apa Artinya Cinta?,
sekarang gila setelah menonton Belahan Jiwa.
Saya harus mengurungnya di rumah karena dia
menolak untuk keluar dengan memakai celana.
Kasihan dia.
Apapun yang telah anda lalui di dunia ini tidak
akan cukup mempersiapkan mental anda untuk
menonton film ini. Di infotainment, Raam
Punjabi bilang bahwa dia memproduksi
Belahan Jiwa untuk memberikan sesuatu yang
berbeda kepada penonton. Bapak Raam, kalau
kami bilang kami bosan sama sayur asem,
bukan berarti kami terus mau makan sop laler
ijo.
Belahan Jiwa dibuat sebagai psychological
drama. Rachel Maryam, Dinna Olivia, Marcella
Zalianty, dan Nirina Zubir adalah sahabat karib
yang menganggap mereka semua adalah
soulmates. Perempuan-perempuan ini bukan
seperti tokoh-tokoh yang di Sex and the City,
karakter-karakter di Belahan Jiwa adalah
orang-orang yang tidak ingin anda temui di
dalam hidup anda. Ada pelukis gila yang suka
melukis dengan darah yang selalu teriak-teriak,
ada juga arsitek dengan wig berwarna biru
yang yang bisa bikin mimpi buruk. Semua
elemen di film ini dimasukkan semata-mata
sebagai shock value. Ada anak kecil diperkosa
oleh bapaknya sendiri, ada perempuan yang
menggugurkan kandungan supaya darahnya
bisa dipakai untuk melukis, dan beberapa lagi.
Semua dilakukan dengan tidak bertanggung
jawab. (Di rumah duka, mana ada orang Batak
nyanyi lagu Butet).
Skrip yang ditulis sendiri oleh Sekar penuh
dengan dialog yang menggelikan, baik
disengaja atau tidak. Alexander Wiguna yang
memerankan love interest dari semua
perempuan di film ini adalah korban yang
paling parah. Para filmmakernya pasti sadar
bahwa dia tidak punya karisma dan
kemampuan akting yang cukup untuk
membawakan karakternya. Hasilnya, Alexander
jadi bahan tertawaan para penonton (bahasa
Inggrisnya, the object of ridicule, gitu loh).
Marcella Zalianty masih memainkan
karakternya sama seperti dia bermain di
film-film sebelumnya. Sementara Dian Sastro
seolah-olah berakting sebagai? Dian Sastro.
Dan musik yang dibuat oleh Andi Rianto (oh my
God, the music) lengkap dengan skor ?jeng
jeng jeng? yang sangat corny. Seolah-olah efek
visual yang hampir membuat Sadako keluar
dari layar belum cukup.
Film ini diregangkan sampai akhir untuk sebuah
twist besar (yang tak orisinal) yang ketika
dibuka hanya akan menghasilkan reaksi ?heh?
?, ?oke deeeh??, atau ?whaaaat??? dari
penonton. Atau hanya membuat penonton
menguap.
Saya suka film psychological thriller karena
saya suka pikiran saya dipermainkan oleh film,
tapi pada akhirnya, film-film ini selalu
memberikan sesuatu kepada saya sebagai
penghargaan. Belahan Jiwa tidak memberikan
apa-apa kecuali trauma, lihat saja teman saya
Dodi.
Kelihatannya, Sekar Ayu Asmara membenci
dunia dan dia ingin menyiksa kita semua.
Gawatnya lagi, dia menemukan partner in crime
se-powerful Raam Punjabi. Lari, dan
selamatkan diri anda.
Layar Dunia perfilman tanah air boleh dibilang kembali semarak meski belum sekokoh dulu. Namun beragam genre film sudah banyak ditawarkan. Mulai dari keluarga, remaja, horor, akhir hingga yang terbaru psychiatric thriller. Ya, anda bisa menemukan kisahnya di film "Belahan Jiwa".
Adalah Cempaka (Dian Sastro), gadis lugu yang mengalami trauma masa kecil. Serentetan derita dialami oleh Cempaka mulai dari perkosaan yang dilakukan sang ayah sendiri hingga hamil dan keguguran, pembunuhan terhadap sang ibu serta tewasnya sang ayah lantaran gantung diri. Tekanan batin dan depresi itulah yang membuat Cempaka membentuk tokoh khayalan.
Bukan satu atau dua melainkan empat. Bumi (Alexander Wiguna) yang menjadi kekasih Cempaka dengan sabar menemani dan memberi kasih sayang. Namun ketulusan Bumi justru menuai perggolakan. Siapa kira Bumi juga memadu kasih dengan Baby Blue (Nirina Zubir) si arsitek, Cairo (Rachel Maryam) si pelukis, Arimbi (Marcella Zalianty) si psikiater dan Farlyna (Dina Olivia) si perancang busana.
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Sekar Ayu Asmara ini awalnya mungkin membingungkan. Bingung dalam arti jika tidak disimak dengan cermat maka akan ada sesuatu yang hilang. Kata kunci awal mungkin ditemukan ketika tokoh Cempaka ditanya apakah sudah meminum obat. Kala itu Cempaka menjawab tidak mengkonsumsinya lagi.
Adegan langsung lompat ke pertemuan Baby Blue, Cairo, Arimbi dan Farlyna. Mereka berempat mengagungkan diri sebagai soulmates atau belahan jiwa sehidup semati. Di saat yang bersamaan, mereka saling jatuh cinta. Sapaan Cinta, Mas, Honeybunny dan si Abang terlontar untuk sebutan sang kekasih. Tapi yang takjub, di saat yang bersamaan pula mereka hamil.
Alur cerita yang dibangun memang cukup sederhana, tapi perlu pemikiran. Dengan penataan cahaya, gambar dan ruang yang dikemas menarik film ini terbilang baik. Hanya saja musik pendukungnya sedikit mencekam sehingga jadi pertanyaan, ini film horor bukan yah?
Soal akting sendiri, aksi Nirina, Rachel, Marcella dan Dina justru lebih dominan. Malah boleh dikata Dian bukanlah sentral cerita meski sebenarnya iya. Aksi Rachel sebagai pelukis justru lebih ekspresif. Begitu pula dengan Dina yang menampilkan sisi bawel dan berlogat betawi. Sekilas akting Dina mengingatkan pada mendiang Sukma Ayu.
Kehadiran Robby Tumewu, Ria Irawan, Surya Saputra dan Enditha juga mengundang sempat mengundang tawa. Secara keseluruhan, film ini cukup menjadi tontonan pilihan buat para pecinta film. Apalagi didukung aktris-aktris cantik.
'Belahan Jiwa' berkisah tentang empat wanita. Cairo (Rachel Maryam), seorang pelukis berkepribadian eksentrik, Baby Blue (Nirina Zubir), arsitek yang trauma karena kematian saudari kembarnya Baby Pink, Farlyna (Dinna Olivia) desainer yang rancangannya dicekal pemuka agama karena dinilai terlalu seksi, dan Arimbi (Marcella Zalianty), psikiater muda berkepribadian halus dan sensitif.
Akting mereka dalam film arahan sutradara Sekar Ayu Asmara ini patut diacungi jempol. Sayang, hal ini kurang diimbangi dengan akting pemeran utama pria. Alex Wiguna (Bumi) yang merupakan pendatang baru, nampak kesulitan mengimbangi akting keempat aktris itu. Untung saja hal ini tak terlalu merusak mood menonton.
Menyoal genre film, rasanya baru kali ini Indonesia dapat menyajikan film thriller dengan baik. Walaupun masih ada beberapa detail kecil dalam film ini masih terasa ganjil. 'Belahan Jiwa' menyegarkan dunia perfilman Indonesia dengan ide cerita yang baru.
Dengan pemilihan sound yang mendukung, penonton pun diajak masuk dalam sebuah ketegangan. Menyusuri misteri di balik cerita ke empat sahabat karib yang menyebut diri mereka soulmates.
Konflik semakin memuncak ketika mereka berempat tahu mereka mencintai laki-laki yang sama, Bumi (Alex Wiguna). Namun ternyata masih ada masalah yang lebih besar. Belum lagi kenyataan pahit yang harus mereka terima bahwa Bumi ternyata berpacaran juga dengan Cempaka (Dian Sastrowardoyo). Wanita yang mengalami trauma akibat kematian orangtuanya.
Apa sebenarnya yang terjadi? Ada hubungan apa antara keempat wanita itu, Cempaka, dan Bumi. Anda akan dibuat menebak-nebak jalan cerita.
Tapi tenang saja, film ini tak melulu tegang. Anda akan dihibur oleh akting kocak Dinna Olivia, juga penampilan menarik dari Ria Irawan. Sekadar info, jika teliti dalam menonton pasti anda bisa menebak misteri di balik tokoh-tokoh film ini sebelum akhirnya semua terbongkar. Film ini lain daripada yang lain.
SERINGKALI, memang, daya tarik artis menjadi salah satu daya tarik sebuah film banyak diminati para penonton. Terlepas apakah ceritanya lemah atau kuat. Mereka akan segera membeli tiket dengan harapan melihat action artis idolanya. Inilah yang kemudian disiasati oleh Multuivision Plus lewat film yang diproduksinya, Belahan Jiwa.
Film yang dihgarap sutradara Sekar Ayu Asmara ini tak tanggung-tanggung dengan menghadirkan 5 artis cantik yang selama ini malang melintang di dunia akting. Sebut saja, seperti Dian Sastro yang filmnya, Ada Apa Dengan Cinta, meraih sukses besar dan juga aktingnya di film Ungu Violet tidak mengecewakan penggemarnya.
Kemudian Marcella Zalianty yang perannya di film Tusuk Jelangkung, The Soul dan Brownies cukup meyakinkan. Juga mantan VJ MTV, Nirina Zubir, yang film terakhirnya, Mirror, mendapat apresiasi cukup bagus. Demikian pula dengan film sebelumnya, 30 Hari Mencari Cinta, aktingnya cukup meyakinkan.
Kehadiran Rachel Maryam pun menjadi salah satu daya tarik Belahan Jiwa. Artis cantik ini pernah berakting di film Vina Bilang Cinta. Hasilnya cukup baik meski filmnya sendiri tak termasuk dalam nominasi Festival Film Indonesia 2005. Begitu juga dengan Dinna Olivia, berakting di depan kamera bukan hal yang sama sekali baru. Karena gadis ini pernah terlibat dalam film Tusuk Jelangkung dan 30 hari Mencari Cinta.
Kelima artis ini dipasang dalam film Belahan Jiwa dan bahkan mereka bertemu dalam satu frame. "Saya memilih mereka bukan karena mereka adalah artis papan atas yang aktingnya pernah diuji dalam beberapa film sebelumnya. Tapi lebih menarik pemain yang karakternya cocok dan pas," demikian ungkap Sekar Ayu Asmara.
Belahan Jiwa agaknya bertabur bintang, karena selain 5 artis cantik tersebut film ini juga menampilkan Indah Kalalo, Alexander Wiguna, Ria Irawan, Sonny Tulung, Robby Tumewu, dan Surya Saputra.
Dalam film Belahan Jiwa ini Dian Sastro berperan sebagai sosok Cempaka yang perilakunya sukar ditebak. Rachel Maryam sebagai Cairo, pelukis eksentrik dan perfeksionis. Marcella Zalianty memerankan sosok Arimbi, psikiater yang sering pusing dalam menghadapi pasiennya yang berkepribadian terpecah-pecah.
Sedangkan Nirina Zubir s ebagai Baby Blue, seorang arsitek yang penampilannya serba biru, mulai dari rambut hingga kuku. Sementara Dinna Olivia muncul sebagai Farlyna, fashion designer kontroversial gara-gara karya-karyanya serba terbuka dan logat Betawi-nya yang terasa begitu kental didengar.
Kelima artis ini di ternyata bersahabat dan pada titik klimaksnya mereka mengalami guncangan. Ternyata selama ini mereka berhubungan dengan seorang pria yang sama. Sehingga masing-masing sahabat ini banyak menghadapi masalah, luka yang perih dan juga kenangan buruk.
Belahan Jiwa yang skenarionya juga digarap Sekaru Asmara ini, ceritanya banyak mengandung istrik psokologis yang dibalut dengan ketulusan cinta yang diperankan kelima artis cantik. Untuk mengetahui jalan ceritanya, tunggu saja penayangannya di bioskop-bioskop mulai 17 Nopember 2005 nanti. (03)
Produser mikir asal laku aja kali ya.
Asal majang wajah artis2 yg lagi naik daun...jaadi deh, satu film.
Saya sih belum nonton, tapi penggambaran karakter2nya juga kayaknya stereotype banget ya, nggak dalam.
Semoga semangat sineas2 berbakat di Indonesia nggak sampe patah ngelihat film gini...
Resti tadinya juga nggak mau nonton.
Kebetulan adik Resti kuliahnya bidang Psikologi dan dia bilang untuk cerita lumayan original.
Hanya saja pas nonton jadi kecewa juga.
terutama akting pemeran utama cowoknya.
BUTUT banget!!!! nyesel juga.
kembalikan uangkuuuuuuuuuuuuuu!!!